Senin, 09 Juni 2014

Tugas Media Pembelajaran


RANCANGAN PEMBELAJARAN MODEL ASSURE UNTUK MATA PELAJARAN FIQIH DI KELAS VII MTS S  AN NUR PADANG
BAB I
PENDAHULUAN 
A.  Latar Belakang Masalah
      Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting bagi setiap individu. Melalui pendidikan ini setiap individu akan mampu bersaing dengan individu lain dalam perkembangan era globalisasi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagaimana tercantum  dalam UU No. 20 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS, yakni: “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Berdasarkan pengertian pendidikan di atas terlihat bahwa proses pembelajaran itu tidak hanya sekedar transfer ilmu dari pendidik kepada siswa saja akan tetapi bagaimana pendidikan itu mampu memfasilitasi siswa untuk memiliki ilmu pengetahuan, sikap, kepribadian dan kemandirian.
Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan adalah model ASSURE. Model ASSURE merupakan salah satu model yang dapat menuntun pembelajar secara sistematis untuk merencanakan proses pembelajaran secara efektif.  Model ASSURE pada pelaksanaannya memadukan penggunaan teknologi dan media di ruang kelas. Jadi dengan melakukan perencanaan secara sistematis, dapat membantu memecahkan masalah dan membantu mempermudah menyampaikan pembelajaran. Karena proses pembelajaran itu merupakan proses yang komplek dan merupakan suatu sistem yang perlu dilakukan dengan pendekatan sistematis.
Model ASSURE ini merupakan salah satu model yang dapat menuntun pembelajar secara sistematis untuk merencanakan proses pembelajaran secara efektif.  Model ASSURE pada pelaksanaannya memadukan penggunaan teknologi dan media di ruang kelas. Jadi dengan melakukan perencanaan secara sistematis, dapat membantu memecahkan masalah dan membantu mempermudah menyampaikan pembelajaran. Karena proses pembelajaran itu merupakan proses yang komplek dan merupakan suatu sistem yang perlu dilakukan dengan pendekatan sistematis.
Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas bagaimana merencanakan pelaksanaan pembelajaran di ruang kelas menggunakan model ASSURE. Media yang digunakan bergantung kepada analisis kebutuhan yang dilakukan sebelum pelaksaan kegiatan pembelajaran.
B.  Tujuan
      Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui lebih jauh tentang model ASSURE.
2.    Untuk mengetahui bagaimana urutan sistemasis penggunaan model ASSURE.
3.    Untuk merumuskan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan model ASSURE menggunakan media pembelajaran yang dipilih sesuai analisis kebutuhan.
C.  Manfaat
          Berdasarkan latar belakang masalah dan tujuan di atas, maka yang menjadi manfaat dalam   penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.    Memenuhi tugas akhir semester pada mata kuliah Media Pendidikan
2.    Sebagai bahan bacaan untuk memperdalam pengetahuan tentang Model ASSURE dan penggunaannya.

Senin, 02 Juni 2014

Disain instruksional

Sabtu, 31 Mei 2014

Pengertian PJJ


1.        Pengertian Sistem Pendidikan Jarak Jauh
a.          Sistem Pendidikan Jarak Jauh.
Beberapa definisi yang di­berikan para ahli menjelaskan bahwa sistem pendidikan jarak jauh ada­lah:
1. Suatu bentuk pembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis, dimana konseling, penyajian materi pembelajaran, dan penyajiiaan serta siswa dilakukan oleh sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab yang saling berbeda. Pembe­lajaran dilaksanakan secara jarak jauh dengan menggunakan bantuan media. (Dohmen, 1967).
2. Suatu metode pembelajaran yang menggunakan korespondensi seba­gai. alat komunikasi antara tenaga pengajar dengan siswa, ditambah dengan adanya interaksi antar siswa dalam proses pembelajaran (MacKenzie. Christensen,& Rigby. 1968).
3. Sistem pendidikan yang tidak mempersyaratkan adanya tenaga penga­jar di tempat seseorang belajar, namun dimungkinkan adanya perte-muan-pertemuan antara tenaga pengajar dan siswa pada waktu-waktu tertentu (French Law, 1971).
4. Suatu metode untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dikelola berdasarkan pada penerapan konsep ban berjalan (division of tabor), prinsip-prinsip organisasi. dan pemanfaatan media secara ekstensif terutama dalam reproduksi bahan ajar, seh­ingga memungkinkan terjadinya proses pembelajaran pada siswa da­lam jumlah banyak pada saat bersamaan di manapun mereka berada. Merupakan suatu bentuk industri dari belajar dan pengajaran (Peters. 1973).
5. Suatu metode pembelajaran di mana proses pengajaran terjadi secara terpisah dari proses belajar. sehingga komunikasi antara tenaga pengajar dan siswa harus difasilitasikan melalui bahan cetak, media dek-tronik. dan media-media lain (Moore, 1973).